post Category: Artikel Ilmiah, Assessment — consulthr @ 11:27 pm — post

positive psychological assessment

Positive Psychological Assessment.

 

Sejak konsep psikologi positif yang dipelopori oleh Seligman dan Csikszentmihalyi muncul di era 2000an,  perkembangan alat ukur yang mengukur aspek-aspek positif manusia juga terus berkembang.  Penilaian aspek-aspek positif individu dinilai mampu membuat perbedaan pada manusia (individual differences), hal ini didasarkan pada dua asumsi: 1. Data yang berkaitan dengan aspek positif dan negatif manusia dapat muncul pada setiap orang, 2. Setiap orang memiliki kekuatan-kekuatan psikologis dan kapasitas untuk mencapai fungsi optimalnya sebagai manusia.  

 

Dengan mengidentifikasi dan mengukur kekuatan (aspek positif) manusia, proses-proses yang sesuai (healthy process), dan fulfillment dimungkinkan dapat memberikan efek positif pada manusia.  Beberapa hipotesis positive psychological assessment yang telah terbukti dituliskan di bawah ini:

 

  • Mengidentifikasi dan mendorong kekuatan manusia (human strengths) dapat meningkatkan pencapaian (achievement).  Eksperimen  dilakukan di SMA di Philadelphia USA, menunjukkan bahwa kurikulum yang mendorong kekuatan (human strength) sebagai central point dapat meningkatkan nilai rata-rata siswa dan menaikkan skor tes nasional di SMA tersebut.

  • Manajemen berbasis human strengths meningkatkan makna dan produktifitas kerja.  Berdasarkan riset yang dilakukan Gallup tahun 2001 dengan meng-interview dua juta pimpinan (CEO, activists, guru, dll)  menemukan bahwa setiap orang memiliki bakat yang menetap dan unik.  Dan ruang pertumbuhan terbesar dari setiap orang berada pada area kekuatan terbesar orang tersebut (Buckingham & Clifton, 2001). 

  • Mengukur dan mendorong kekuatan dapat meningkatkan kesehatan mental (mental health).  Seligman (1998) menyatakan bahwa terdapat sekumpulan kekuatan manusia yang dapat menjadi penyangga melawan sakit mental, yakni keberanian, optimis, ketrampilan interpersonal, work ethic, harapan, kejujuran, dan ketekunan. 

 

Mencermati dampak positif dari positive psychological assessment, sudah sewajarnya tes-tes yang mengukur aspek-aspek positif manusia semakin berkembang, khususnya tes-tes psikometri.  Dunia psikologi, khususnya di Indonesia diharapkan tidak hanya memulai dari diagnosis penyakit mental saja, namun juga berangkat dari human strengths. (Andin_a)

Horaayy..there are 2 comment(s) for me so far ;)

#1

Pak/Bu saya bermaksud membuat psikotest online, sistem sudah siap, saya pakai .net cuma ya susah karena ga ada lisensi alat test. Btw kalau alat test dibikin sistem online, apakah itu sah-sah saja? karena pasti lebih praktis ya, sepanjang alat testnya bentuknya multiple choice sih

Jawab:
sah-sah saja sepanjang alat tes itu dikembangkan sendiri dan tidak menduplikasi atau menggunakan alat tes yang sudah ada hak ciptanya.

Irawan wrote on September 23, 2010 - 2:25 am
#2

Wah, sayang websitenya tidak diupdate lagi.Padahal isinya bagus-bagus buat nambah wawasan

Salam,

Naima

Dear Naima,
Terima kasih :). Semoga mulai sekarang bisa saya update lagi.

salam,

Informasi Training wrote on June 27, 2011 - 6:56 am
You can leave a response, or trackback from your own site.

Write Your Comment

Comment Guidelines: Basic XHTML is allowed (a href, strong, em, code). All line breaks and paragraphs will be generated automatically.

You should have a name, right? 
Your email address, I promised I won't tell it to anyone. 
If you have a web site or blog, you can type the URL right here. 
This is where you type your comments. 
Remember my information for the next time I visit.
 
Graha Mustika Ratu Lt. Mezzanine
Gatot Subroto Kav. 74-75 Jakarta Selatan
Tel. 021-3295 9205, 021-8370 8885
Fax. 021-8370 8885
email:info@consultanthr.com
Ask me if you need more information