post Category: Tipe-tipe Test/Tes — consulthr @ 12:26 pm — post

Tips Membuat Skala Likert 

Skala Likert dikembangkan oleh Rensis Likert (1932).  Dikenal juga dengan nama skala sikap. Skala Likert merupakan skala yang paling banyak dipakai dalam inventori kepribadian karena bentuknya yang simpel dan mudah dalam penggunaannya serta tidak sulit dalam melakukan skoring.Namun demikian, diperlukan kaidah-kaidah tersendiri dalam membuat item pada skala likert. Dibawah ini beberapa tips untuk membuat skala likert.

  1. Buat item dengan singkat, padat, dan simpel. Tidak lebih dari 20 kata dalam sebuah pernyataan.
  2. Hindari terjadinya makna ganda.
  3. Satu pernyataan hanya terdiri dari satu ide tunggal.
  4. Hindari pernyataan yang tidak mungkin dipilih oleh seorangpun atau sebaliknya.
  5. Hindari terjadinya double negative dalam satu pernyataan.
  6. Hindari penggunaan kata yang tidak dipahami oleh responden yang dituju.

Horaayy..there are 8 comment(s) for me so far ;)

#1

Wuih..Sederhana tapi berbobot..Mas kopdang,skalian nanya nie..Biasanya dalam perusahaan itu medical check up itu melingkupi ap aja y??

Yogi wrote on April 29, 2008 - 1:57 am
#2

Dear Yogi,

Terima kasih atas apresiasi Yogi terhadap consultanthr.com. Kami selalu berupaya untuk memberikan informasi yang ringkas namun berisi.

Medical check up digunakan perusahaan (biasanya perusahaan besar) untuk memastikan bahwa karyawan yang dihire berada dalam kondisi sehat dan tidak ada kemungkinan di kemudian hari mengalami sakit berat yang akan mempengaruhi pekerjaannya.

Untuk jenis pekerjaan tertentu ada medical check up yang wajib dilaksanakan karena terkait dengan pekerjaannya. Misalnya, interior designer diharuskan melakukan medical check up mata, untuk memastikan tidak buta warn.

Mengenai lingkupnya, ada dua tipe, pertama basic medical check up. Ini adalah pemeriksaan kesehatan dasar meliputi kesehatan luar dan dalam yang umum dilakukan di rumah sakit, seperti pemeriksaan jantung, paru-paru, mata, THT, urine dll. Tipe ini biasanya ditujukan untuk posisi staf hingga manajer. Kedua, full medical check up, ini merupakan bentuk medical check up yang lebih lengkap, biasanya diberikan untuk level senior manajer hingga direktur, selain pemeriksaan dasar di atas ditambah pemeriksaan lengkap terhadap otak, misal EEG, MRI atau pemeriksaan lain yang diminta oleh perusahaan.

Jadi medical check up sangat tergantung dari perusahaan, jenis pekerjaan, dan posisi jabatan yang dilamar.

Semoga jawaban ini memuaskan.
Terima kasih.

salam,
consultanthr.com

admin wrote on April 30, 2008 - 12:43 am
#3

mohon bantuannya…saya membutuhkan keterangan mengenai skala likert untuk melakukan penelitian skripsi

Dear Rob,

Terima kasih sudah berkunjung ke consultanthr.com.
Saya kurang jelas dengan permintaan kamu. Kira-kira yang kamu butuhkan itu keterangan mengenai apanya skala likert? Tentang penelitian mengenai alat itu sendiri? atau penelitian yang menggunakan skala likert? Setahu saya banyak buku, khususnya psikologi yang membahas tentang skala likert. Mulai dari penyusunan item hingga respon format yang akan digunakan. Buku yang ditulis dalam bahasa Indonesia juga sudah banyak.

Oke, Rob. Selamat mencari.
Salam,
consultanthr.com

rob wrote on May 15, 2008 - 2:01 am
#4

seneng banget bisa berkunjung ke blog ini
mbak nanya dunk
sy kok slalu gagal di psikotest yach? padahal untuk tes yang hitung2an or mathematic bisa tapi begitu yang psikotest slalu nggak lolos terutama yang tipe a or b yang jawabannya nggak ada betul atau salah punya teknik cara menjawabnya nggak mbak sama satu lasi tes kreplin gmana sich mbak cara “ngakalinnya”
klo nggak ngerepotin bisa jawab via pm or email ke saya ya mbak
makasih maaf banyak nanya :)

Dear Aliya,
Terima kasih atas kunjungan ke consultanthr.com
Banyak nanya berarti rasa ingin tahu kamu tinggi. Itu bagus. Asal gak nanya yang aneh-aneh ya:). Ngakalin tes psikologis hmmm.. saya juga gak tahu, Liya. kalau kamu butuh panduan mungkin bisa kami berikan, panduan yang sifatnya menggali diri kamu sendiri seperti apa dan bagaimana memanfaatkan kelebihan kamu tersebut. jadi, jangan berupaya mengakali tes, tapi berupaya agar kamu lebih baik lagi mengenal diri sendiri dan tahu mengatasi kelemahan kamu. Jika kamu ingin tahu lebih banyak, kita bisa berdiskusi lewat japri.
Demikian, semoga membantu
salam

Aliya wrote on June 12, 2008 - 2:03 am
#5

Mas, saya mau nanya nih, kalau skala likert pake tiga point jawaban bisa gak??? maksudnya tidak lima point seperti yang biasanya. Saya sedang skripsi, terlanjur membuat kuesioner yang memakai skala likert 3 jawaban,gak apa-apa ma dosen yang satu. Tapi dosen yang satu lagi mempermasalahkan. Mohon bantuannya secepatnya.

Dear Reza,

Skala likert tiga point tidak masalah. Pada skala likert yang paling dibutuhkan adalah respon format, namun begitu pilihan respon format sangat tergantung dari tujuan Anda membuat kuesioner tersebut. Biasanya semakin sedikit respon yang bisa dipilih oleh responden, ada dampak terhadap pengolahan statistiknya, biasanya akan terjadi central tendensi atau variasi yang semakin terpusat.

Salam,
andin

Reza wrote on July 2, 2008 - 3:51 am
#6

Menyenangkan mengetahui ada web ini. Pilihan materinya lengkap, bahasanya lugas dan jelas.. Very down to earth hingga awam pun mudah paham… Saya sangat tertarik untuk mendalami bidang assessment test & psikometri…karena di bidang kerja yang saya tekuni saat ini tampaknya perlu dilakukan pengembangan alat tes / assessment tools yang spesifik. Apakah kiranya bapak - ibu dapat membantu ? Apakah ada program training intensif yang dapat kami ikuti (di tim kami ada 2 orang yang berlatar belakang psikologi). Atas perhatian & bantuannya saya ucapkan banyak terima kasih

By private email

tyar wrote on August 4, 2008 - 8:16 pm
#7

mas saya mau nanya nih..saya mememakai skala likert dengan penilaian:
tidak puas, kurang puas, puas dan sangat puat.
dari pilihan jawaban diatas apakah dalam pemakaian skala likert perlu ada teks yang unfavorable (bermakna negatif).. terimakasih

dear Dudung,

sebaiknya memang ada pernyataan yang unfavorable. Semakin bervariasi tipe pertanyaan semakin baik sehingga orang tidak bosan dalam menjawabnya.

salam

dudung wrote on August 27, 2008 - 8:48 pm
#8

Mas, saya mau tanya. Apakah benar ada opini yang mengatakan bahwa di Indonesia lebih cocok menggunakan 1=sangat penting daripada 1=sangat tidak penting. Bila benar begitu, apa alasannya dan siapa yang mengemukakan pendapat itu (bila ada)?
Terima kasih atas bantuannya. Mohon dijawab via email. Terima kasih.

Dear Jeffry,
Wah ini saya juga baru tahu dari kamu. Alasannya ap dan siapa yang mengemukakannya saya juga tidak tahu. Sebaiknya jika tidak ada dasar pemikiran yang kuat hal tersebut jangan langsung dipercaya, apalagi sumbernya juga tidak jelas.
Salam.

jeffry wrote on November 3, 2008 - 1:05 am
You can leave a response, or trackback from your own site.

Write Your Comment

Comment Guidelines: Basic XHTML is allowed (a href, strong, em, code). All line breaks and paragraphs will be generated automatically.

You should have a name, right? 
Your email address, I promised I won't tell it to anyone. 
If you have a web site or blog, you can type the URL right here. 
This is where you type your comments. 
Remember my information for the next time I visit.
 
Graha Mustika Ratu Suite 707 Lt. 7
Gatot Subroto Kav. 74-75 Jakarta Selatan
Tel. 021-3295 9205, 021-8370 9208
Fax. 021-8379 5585
email:andin@consultanthr.com
Ask me if you need more information